pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan menuntaskan tahapan awal pengungkapan kasus ledakan pabrik Tangerang Selatan yang terjadi di fasilitas produksi obat milik PT Nucleus Farma, Pondok Aren. Setelah hasil uji laboratorium forensik keluar, polisi resmi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang mengonfirmasi bahwa analisis Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah rampung dan menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk melangkah ke proses hukum berikutnya.
Hasil Forensik Tegaskan Ledakan Bukan Aksi Teror
Sejak awal penanganan, aparat kepolisian melibatkan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana untuk memastikan unsur keamanan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan menyeluruh memastikan bahwa ledakan pabrik farmasi PT Nucleus Farma tidak disebabkan oleh bom maupun bahan peledak terorisme.
“Dari hasil Labfor Polri, tidak ditemukan unsur bahan peledak. Penyebab ledakan mengarah pada reaksi kimia atau kegagalan teknis dalam proses produksi,” ujar AKBP Victor kepada wartawan.
Dengan demikian, fokus penyelidikan sepenuhnya diarahkan pada aspek teknis operasional pabrik, termasuk penerapan standar keselamatan kerja dan prosedur produksi bahan kimia obat.
Naik Penyidikan, Polisi Periksa Belasan Saksi
Seiring naiknya status perkara, penyidik Satreskrim Polres Tangsel telah memeriksa lebih dari 15 saksi. Mereka terdiri dari karyawan, jajaran manajemen perusahaan, pemilik pabrik, serta saksi ahli di bidang kimia dan konstruksi bangunan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai secara detail rangkaian peristiwa yang memicu ledakan pabrik Tangerang Selatan tersebut, sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran prosedur keselamatan kerja.
“Penyidik akan menggelar perkara untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab secara hukum,” tegas Kapolres.
Polisi Siap Tetapkan Tersangka Jika Unsur Kelalaian Terbukti
Polres Tangsel menyatakan tidak akan tergesa-gesa dalam menetapkan tersangka. Namun demikian, jika ditemukan bukti kuat terkait kelalaian atau pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP), penetapan tersangka akan segera dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran ledakan pada 8 Oktober 2025 malam tersebut menghancurkan gedung empat lantai dan berdampak langsung pada lingkungan sekitar. Seorang balita dilaporkan mengalami luka akibat reruntuhan material, meski tidak ada korban jiwa.
Evaluasi Keamanan Industri Jadi Sorotan
Insiden ledakan pabrik farmasi di Tangsel ini turut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan industri di wilayah Tangerang Selatan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait mulai meninjau ulang perizinan serta kelayakan operasional pabrik kimia dan farmasi.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dipasang garis polisi untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. (GR)
