Arus Lalin Lebaran 2026 Terkendali, Kakorlantas: Rekayasa Efektif Tekan Angka Kecelakaan

Peristiwa TNI/POLRI

JAKARTA, pressXPos.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat situasi arus lalu lintas pada Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 dalam kondisi yang terkendali sepenuhnya. Efektivitas rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat, baik di jalur tol maupun arteri.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan hal tersebut saat memantau pergerakan kendaraan di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek pada Sabtu (21/3/2026).

Strategi Rekayasa Urai Kepadatan di Tol Japek

Meskipun volume kendaraan sempat meningkat di beberapa titik, petugas di lapangan bergerak cepat melakukan intervensi. Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pada pukul 11.00 WIB, sempat terjadi lonjakan arus di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

“Update terakhir menunjukkan arus lalin Lebaran 2026 di jalan tol maupun arteri tetap terkendali. Kami sempat menerapkan rekayasa lalu lintas dari kilometer 57 hingga 70 Cikampek untuk mengurai peningkatan volume kendaraan,” ujar Kakorlantas.

Langkah taktis ini terbukti ampuh menjaga ritme kendaraan tetap mengalir tanpa kemacetan total. Selain itu, kebijakan ini juga didukung oleh kesadaran pemudik yang mengikuti arahan petugas di lapangan.

Penurunan Fatalitas Kecelakaan Hingga 27 Persen

Kabar baik datang dari aspek keselamatan berkendara. Berdasarkan data Korlantas Polri, terdapat penurunan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan periode sebelumnya.

“Dari aspek keselamatan, kami mencatat penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia sebesar 27 persen. Sementara itu, angka kecelakaan secara umum turun sekitar 3,5 persen,” tambah Agus.

Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga dilaporkan kondusif. Hingga hari H Lebaran, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu kenyamanan warga saat merayakan Idulfitri.

Antisipasi Arus Balik dan Optimalisasi Tol Japek II Selatan

Beralih ke fase selanjutnya, Polri kini mulai mematangkan strategi untuk menghadapi arus balik. Data Korlantas memprediksi distribusi kendaraan akan terbagi; sebesar 66 persen menuju wilayah Jawa Tengah, sementara 30 hingga 35 persen lainnya mengarah ke Jawa Barat.

Untuk mengantisipasi penumpukan ke arah Jawa Barat, Polri akan mengoptimalkan jalur fungsional Tol Japek II Selatan. Jalur ini direncanakan dibuka secara penuh pada puncak arus balik, khususnya pada ruas Sadang hingga Setu.

Pengamanan Aglomerasi dan Destinasi Wisata

Selain jalur mudik utama, potensi kepadatan di wilayah aglomerasi seperti Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, Bali, dan Malang Raya juga menjadi fokus utama. Seluruh Polda telah menyiagakan personel di pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu.

“Pengamanan di tempat wisata dan pelabuhan penyeberangan juga sudah kami antisipasi melalui posko pengendalian yang terhubung ke seluruh jajaran,” tutup Kakorlantas. (GR)

Tinggalkan Balasan