Masyarakat Dorong Transformasi Polri: Dari Sekadar Reformasi Menuju Perubahan Menyeluruh

Jakarta – Kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi sorotan. Bukan hanya sebatas tuntutan reformasi atau perbaikan teknis, masyarakat kini mendorong agar Polri melakukan transformasi menyeluruh. Harapannya, Polri benar-benar menjadi institusi modern yang mengayomi, melindungi, dan melayani rakyat secara adil.

 

Pasca Demo dan Kerusuhan

Dorongan transformasi semakin kuat setelah puncak demonstrasi di berbagai daerah belakangan ini berujung kerusuhan. Situasi tersebut menimbulkan korban, kerugian materi, serta menurunkan citra kepolisian di mata masyarakat.

Kejadian serupa juga terjadi di sejumlah negara lain, di mana polisi menghadapi tantangan besar dalam mengelola aksi massa agar tetap demokratis namun tetap menjaga ketertiban. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Polri, bahwa cara lama dalam mengelola keamanan sudah tidak relevan di era keterbukaan informasi saat ini.

 

Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri

Menjawab kritik dan aspirasi publik, Kapolri mengambil langkah dengan membentuk Tim Reformasi Polri. Tim ini diisi oleh para pakar, tokoh masyarakat, hingga unsur internal kepolisian. Tujuannya adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, kultur organisasi, serta sistem penegakan hukum di tubuh Polri.

Langkah Kapolri ini dinilai sebagai sinyal keseriusan untuk melakukan perubahan. Namun, masyarakat menekankan bahwa reformasi saja tidak cukup, melainkan harus ditingkatkan menjadi transformasi total yang menyentuh akar persoalan.

 

Dari Reformasi ke Transformasi

Selama ini Polri kerap menjalankan program reformasi birokrasi. Namun, publik menilai langkah tersebut belum cukup. Reformasi hanya sebatas pembenahan di permukaan, seperti memperbaiki prosedur pelayanan, meningkatkan transparansi, atau memperketat pengawasan.

Sementara transformasi yang diharapkan masyarakat bersifat lebih mendasar. Transformasi berarti mengubah cara kerja, budaya organisasi, hingga pola pikir seluruh anggota Polri. Dengan begitu, Polri tidak hanya tampak berbeda di luar, tapi juga benar-benar berubah dari dalam.

 

Pandangan Forum Media Banten Ngahiji

Hermansyah, Kepala Bidang Litbang Forum Media Banten Ngahiji, menilai reformasi Polri sudah berjalan, namun belum menyentuh akar persoalan.

“Reformasi Polri memang penting, tetapi sifatnya hanya pembenahan teknis. Masyarakat sekarang menginginkan transformasi yang lebih mendasar, agar Polri benar-benar hadir sebagai pelayan publik yang humanis, profesional, dan transparan,” ujarnya.

Menurut Hermansyah, pengalaman kerusuhan pasca demo harus dijadikan pelajaran besar. Polri dituntut mampu membangun pendekatan persuasif, komunikasi yang lebih baik, serta sistem pengamanan berbasis teknologi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

 

Harapan Masyarakat

Ada beberapa poin yang sering muncul dari aspirasi publik terkait transformasi Polri, di antaranya:

  • Policing modern berbasis teknologi → penerapan layanan digital yang cepat, transparan, dan mudah diakses.
  • Penegakan hukum yang independen → tanpa diskriminasi, bebas dari intervensi politik atau kepentingan kelompok.
  • Budaya humanis dan melayani → polisi dipandang sebagai sahabat masyarakat, bukan sosok yang menakutkan.
  • Transparansi dan akuntabilitas → penggunaan anggaran dan proses hukum harus terbuka.
  • Sistem karier berbasis kompetensi → jabatan tidak lagi ditentukan kedekatan, melainkan prestasi dan profesionalisme.

 

Edukasi untuk Publik

Perbedaan antara reformasi dan transformasi penting untuk dipahami masyarakat.

Reformasi berarti memperbaiki kesalahan atau kelemahan yang ada.

Transformasi berarti perubahan total yang melahirkan sistem baru.

Dengan pemahaman ini, publik dapat lebih kritis sekaligus konstruktif dalam menyuarakan harapan kepada Polri.

 

Penutup

Dorongan transformasi Polri sejatinya bukan hanya tuntutan, tetapi juga bentuk kepedulian masyarakat. Pasca kerusuhan dalam aksi demo maupun dinamika global yang sama, Polri dituntut berbenah lebih serius. Pembentukan Tim Reformasi Polri oleh Kapolri adalah langkah awal, namun ke depan masyarakat berharap lahir transformasi total agar kepercayaan publik kembali pulih. Pada akhirnya, polisi tidak lagi dipandang sekadar penegak hukum, tetapi juga mitra rakyat dalam mewujudkan keamanan, keadilan, dan ketertiban di Indonesia.

 

*Hermansyah (Ka Litbang FMBN)

Tim FMBN

 

#TransformasiPolri

#ReformasiPolri

#Kapolri

#PolriHumanis

#PolriModern

#PolicingModern

#ReformasiBirokrasi

#ForumMediaBantenNgahiji

#Hermansyah

#KepercayaanPublik

#Demo

#Kerusuhan

#EvaluasiPolri

#TransparansiPolri

#PolriProfesional

Hermansyah

Recent Posts

Jangan Abaikan Uji KIR, Tangsel Mulai Kirim Surat Peringatan ke Pemilik Kendaraan

pressXPos com, TANGSEL, – Pemilik kendaraan bermotor yang wajib menjalani uji berkala di Kota Tangerang…

17 jam ago

Maulid Nabi di Pamulang Tak Sekadar Seremonial, Daarul Hikmah Tekankan Kejujuran dan Kepedulian Sosial

pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Yayasan Daarul…

7 hari ago

Pemkot Tangsel Bangun Gedung Tiga Lantai SDN Ciputat 06, Miliki 18 Ruang Kelas

pressXPos.com, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata…

1 minggu ago

Ketua DPRD Depok Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi MT Balwan

pressXPos.com, DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok, H. Ade Supriyatna, menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka…

1 minggu ago

Industri Percetakan dan  Manufaktur Nasional Masuki Sinergitas Lintas Sektor Porgresif! Sinergi Cetak 2D dan 3D: Asosiasi PRINTRIDI dan Krista Media Jalin Kolaborasi Strategis di ALLPrint Indonesia 2026

PRESSXPOS.COM-JAKARTA — Ekosistem industri percetakan dan manufaktur nasional memasuki babak baru lewat sinergitas lintas sektor…

1 minggu ago

PAPPRI Tangsel Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Ekosistem Musik dan Ekonomi Kreatif

pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik…

1 minggu ago