Categories: BantenPemerintahan

Kritik Musrenbang: Rantai Aspirasi Publik Terputus di Tingkat Pemerintah Daerah

pressXPos.COM, BANTEN — Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang rutin digelar dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dinilai belum sepenuhnya berfungsi sebagai instrumen utama penentu arah pembangunan daerah. Sejumlah kalangan menilai, forum yang seharusnya menjadi ruang partisipasi publik itu kerap kehilangan makna karena aspirasi masyarakat tidak terintegrasi secara substansial dalam kebijakan pemerintah daerah.

Persoalan utama dinilai terletak pada terputusnya mata rantai aspirasi. Usulan masyarakat yang lahir dari Musrenbang tingkat bawah sering kali berhenti sebagai dokumen administratif dan tidak memiliki keterkaitan yang jelas dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ketika proses perencanaan memasuki level pemerintah daerah, pendekatan top-down justru lebih dominan.

Pemerhati kebijakan publik sekaligus Kepala Litbang Forum Media Banten Ngahiji (FMBM), Hermansyah, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa Musrenbang masih sering diperlakukan sebagai ritual tahunan untuk memenuhi kewajiban formal. Menurutnya, ruang demokrasi dalam perencanaan pembangunan belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Secara normatif Musrenbang adalah wadah partisipasi publik. Namun dalam praktiknya, aspirasi masyarakat sering kali hanya dicatat tanpa dijadikan rujukan utama kebijakan. Ketika masuk ke tingkat pemerintah daerah, arah pembangunan justru ditentukan secara sepihak,” ujar Hermansyah, Selasa (6/1/2025).

Ia juga menyoroti kecenderungan pembangunan yang lebih menekankan proyek fisik dibandingkan pengembangan sumber daya manusia. Pembangunan fisik dinilai lebih menonjol secara visual, sementara program peningkatan kualitas manusia kerap bersifat administratif dan seremonial tanpa dampak jangka panjang yang terukur.

Lebih jauh, pembangunan yang dirancang tanpa pelibatan masyarakat dinilai berisiko tidak tepat sasaran dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Hermansyah mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme Musrenbang serta membuka ruang partisipasi yang lebih transparan agar pembangunan daerah benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. (GR)

Redaksi

Recent Posts

Jangan Abaikan Uji KIR, Tangsel Mulai Kirim Surat Peringatan ke Pemilik Kendaraan

pressXPos com, TANGSEL, – Pemilik kendaraan bermotor yang wajib menjalani uji berkala di Kota Tangerang…

17 jam ago

Maulid Nabi di Pamulang Tak Sekadar Seremonial, Daarul Hikmah Tekankan Kejujuran dan Kepedulian Sosial

pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Yayasan Daarul…

7 hari ago

Pemkot Tangsel Bangun Gedung Tiga Lantai SDN Ciputat 06, Miliki 18 Ruang Kelas

pressXPos.com, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata…

1 minggu ago

Ketua DPRD Depok Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi MT Balwan

pressXPos.com, DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok, H. Ade Supriyatna, menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka…

1 minggu ago

Industri Percetakan dan  Manufaktur Nasional Masuki Sinergitas Lintas Sektor Porgresif! Sinergi Cetak 2D dan 3D: Asosiasi PRINTRIDI dan Krista Media Jalin Kolaborasi Strategis di ALLPrint Indonesia 2026

PRESSXPOS.COM-JAKARTA — Ekosistem industri percetakan dan manufaktur nasional memasuki babak baru lewat sinergitas lintas sektor…

1 minggu ago

PAPPRI Tangsel Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Ekosistem Musik dan Ekonomi Kreatif

pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik…

1 minggu ago