pressXPos.com, Kota Tangerang — Proyek galian optik yang berlangsung di Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, menuai gelombang protes dari masyarakat. Alih-alih membawa manfaat, pekerjaan tersebut justru dinilai menimbulkan dampak serius bagi pengguna jalan, mulai dari debu pekat hingga kondisi jalan yang membahayakan.
Sejumlah pengendara dan warga sekitar mengeluhkan jalan yang berubah kotor dan dipenuhi debu setiap hari. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.

Situasi semakin parah saat hujan turun. Material tanah dari proyek galian terbawa air dan membuat jalan menjadi licin bak “jalur jebakan”, meningkatkan risiko tergelincir dan kecelakaan.
Arif, salah satu pengendara, mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Ia menilai proyek dikerjakan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar.
“Saya sangat terganggu. Jalan jadi kotor, debu beterbangan tiap kendaraan lewat. Kalau hujan malah licin dan berbahaya. Ini seperti tidak ada penanganan yang serius dari pihak proyek,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar yang mulai geram dengan kondisi yang tak kunjung diperbaiki. Mereka mendesak pihak pelaksana proyek untuk bertanggung jawab dan segera melakukan penanganan, seperti membersihkan jalan secara rutin dan memastikan area tetap aman dilalui.
Masyarakat pun meminta pemerintah setempat tidak tinggal diam. Pengawasan ketat dinilai mendesak dilakukan agar proyek tidak menjadi ancaman bagi keselamatan publik. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan terus memicu kecelakaan dan keresahan di tengah masyarakat. (Gus)
