Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Ke-25 Ponpes Al-Quraniyyah, KH Sobron Tegaskan Target Cetak Santri hingga Kancah Internasional

Pemerintahan Pendidikan

pressXPos.com, Tangerang Selatan – Puncak Harlah ke-25 Pondok Pesantren Al-Quraniyyah berlangsung dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Minggu (10/8/2026). Memasuki usia seperempat abad, Ponpes Al-Quraniyyah menegaskan komitmennya mencetak generasi Qurani yang unggul dalam ilmu agama, sains, akhlak, prestasi, serta mampu berkiprah hingga tingkat nasional dan internasional.

Pimpinan Ponpes Al-Quraniyyah, DR. KH. Sobron Zayyan MSQ., MA., mengatakan usia 25 tahun menjadi momentum evaluasi dan penyempurnaan seluruh program pendidikan. Menurutnya, perubahan zaman menuntut pesantren terus beradaptasi agar kualitas santri semakin meningkat. “Setiap tahun pasti ada perubahan dan penyempurnaan dalam dunia pendidikan. Kita sebagai pengelola akan terus meningkatkan kualitas anak-anak santri,” ujar KH. Sobron.

Ia menuturkan, kiprah alumni Al-Quraniyyah kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Sejumlah alumni melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, Sudan, dan Turki. Alumni juga berkarier sebagai dokter, polisi, TNI, aparatur pemerintahan, hingga mendirikan dan memimpin pesantren. Bagi KH. Sobron, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai dakwah dan pendidikan Al-Qur’an dapat diwujudkan melalui berbagai profesi serta bidang pengabdian.

Target pengembangan pendidikan juga mulai diarahkan ke jenjang perguruan tinggi. KH. Sobron mengungkapkan pihaknya tengah memproses izin operasional Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains (STIKSA) Al-Quraniyyah Tangerang Selatan. Lembaga tersebut ditargetkan memadukan penguasaan ilmu Al-Qur’an dengan sains. “Insya Allah kalau izin operasionalnya sudah keluar, ini akan menjadi daya tarik yang lebih baik. Ke depan, sekolah tinggi ini akan kita kembangkan menjadi institut dan kemudian universitas,” ungkapnya.

KH. Sobron juga menegaskan visi menjadikan Ponpes Al-Quraniyyah sebagai role model pengembangan pendidikan Al-Qur’an. Sinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, masyarakat, alumni, serta jaringan pendidikan internasional akan terus diperkuat. Meski demikian, ia mengakui pengembangan pesantren masih menghadapi tantangan, termasuk dampak pandemi Covid-19 terhadap kondisi keuangan dan penerimaan santri. Tahun ini, Al-Quraniyyah hanya menerima sekitar empat kelas dari kapasitas sebelumnya yang mencapai tujuh hingga delapan kelas. “Allah bersama kita. Manakala kita bertakwa kepada Allah, pasti Allah akan carikan jalan,” tegasnya.

Dukungan terhadap kiprah Ponpes Al-Quraniyyah disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Ia mengapresiasi pesantren yang telah mencetak santri dan alumni yang tersebar di berbagai daerah Indonesia hingga menembus kancah internasional. Menurut Benyamin, keberadaan pesantren memiliki peran penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan keagamaan dan akhlak.

Benyamin juga mengaitkan peran Al-Quraniyyah dengan visi Tangsel C-MORE, yakni Cerdas, Modern dan Religius. Ia berharap pesantren terus menjadi bagian dari upaya membangun Tangerang Selatan yang religius dan penuh keberkahan. “Jadikan Kota Tangsel yang Islami dan penuh berkah, rahmatan lil ‘alamin. Saya berharap warga menyekolahkan anak-anaknya di Ponpes Al-Quraniyyah agar kelak menjadi lentera penerang sebagai bekal di akhirat nanti,” tegas Benyamin.

Sementara itu, penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan pesan tegas mengenai pentingnya membangun generasi berkualitas. UAS mengingatkan bahwa banyaknya jumlah anak harus diimbangi dengan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, akhlak, dan pola pengasuhan yang serius. Ia menggambarkan aktivitas santri yang dimulai sekitar pukul 03.00 dini hari, dilanjutkan sarapan, belajar di kelas, salat, membaca kitab, menghafal Al-Qur’an, pramuka, olahraga, hingga kembali beribadah dan belajar sampai sekitar pukul 22.00. “Siapa di antara ibu yang sanggup mendidik anak dari jam 3 subuh sampai jam 10 malam, hafal Quran, baca kitab?” kata UAS.

UAS menegaskan, jumlah penduduk yang besar tidak otomatis menjadi kekuatan apabila tidak dibarengi kualitas sumber daya manusia. “Jumlah kamu banyak. Tapi kalian seperti buih di tengah lautan,” pesannya. Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi Ponpes Al-Quraniyyah memasuki usia seperempat abad. Dengan memperkuat pendidikan Al-Qur’an, sains, akhlak, prestasi, serta jejaring pendidikan internasional, Al-Quraniyyah menegaskan langkahnya untuk tidak sekadar mencetak banyak santri, tetapi melahirkan generasi berkualitas yang mampu bersaing dan memberikan manfaat hingga tingkat dunia,”Pungkasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Quraniyyah, DR. KH. Sobron Zayyan MSQ., MA., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, stakeholder, jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan, panitia ASC (Abi Sobron Centre), serta masyarakat dan jamaah yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan Ponpes Al-Quraniyyah. (GR)

Tinggalkan Balasan