TANGERANG SELATAN | PressXpos.com – Tepuk tangan, senyum bangga, dan mata yang berkaca-kaca mewarnai pelaksanaan Wisuda Santri XVII LPPTKA BKPRMI Kota Tangerang Selatan Tahun Ajaran 2025-2026. Bagi sebagian orang, wisuda mungkin hanya sebuah seremoni. Namun, bagi para orang tua dan guru mengaji, momen ini adalah tanda bahwa benih-benih kebaikan yang ditanam sejak dini mulai tumbuh dan memperlihatkan harapan.
Sebanyak 111 santriwan dan santriwati resmi diwisuda, terdiri dari 73 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan 38 peserta Pendidikan Anak Usia Dini Qur’an (PAUDQU). Di balik angka tersebut, tersimpan cerita tentang kesabaran para guru, perjuangan orang tua, serta semangat anak-anak yang perlahan belajar mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an, menghafal doa-doa, dan memahami nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menanam Benih Qur’ani Sejak Usia Dini
Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda ini merupakan puncak dari rangkaian Munaqosyah Akhir yang telah dilaksanakan pada 15 Mei 2026.
Tema tersebut mengandung makna yang mendalam. Sebab, membangun generasi Qur’ani sejatinya tidak berbeda dengan menanam pohon. Semakin dini benih ditanam dan dirawat dengan kesabaran, semakin kuat pula akar yang akan menopangnya ketika menghadapi terpaan zaman. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Al-Qur’an menjadi kompas moral agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan.

Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Kota Tangerang Selatan, Nahadi Saputra, S.Pd.I., menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung para pendidik agar mampu menjalankan tugasnya dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan.
“Menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Masyarakat menunggu limpahan orang-orang alim yang dibutuhkan sebagai cahaya Al-Qur’an,” ujar Nahadi Saputra.
Pendidikan Al-Qur’an Adalah Investasi Peradaban
Pendidikan Al-Qur’an tidak selalu menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dalam hitungan hari atau bulan. Namun, ia bekerja seperti mata air yang mengalir perlahan, memberi kehidupan bagi lingkungan di sekitarnya. Anak-anak yang hari ini belajar mengaji dan dibimbing untuk mencintai Al-Qur’an, kelak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Ketua Panitia Wisuda, Uus Husna, S.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dan berharap para santri terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Tangerang Selatan, Asri Saripudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan para pendidik yang dengan sabar dan ikhlas membimbing para santri.
“Terima kasih kepada orang tua atas kepercayaannya menyekolahkan putra-putrinya di lembaga TK/TP Al-Qur’an BKPRMI. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin untuk meningkatkan kualitas lembaga yang kita cintai ini,” ungkap Asri Saripudin.
Kebanggaan Orang Tua dan Semangat Anak-Anak Mengaji
Kemeriahan wisuda juga meninggalkan kesan mendalam bagi para orang tua. Salah satunya disampaikan oleh Bapak Adi, ayahanda dari wisudawati Azkia Hasna Mufida, yang mengaku bangga dan terharu melihat anaknya mengikuti prosesi wisuda Al-Qur’an.
Menurutnya, acara yang terselenggara dengan baik dan penuh penghargaan bagi para santri mampu memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk semakin mencintai Al-Qur’an.

“Kegiatan seperti ini memacu anak-anak untuk terus belajar di TPA dan mencintai Al-Qur’an. Mereka memiliki motivasi karena ada ujian, ada kelulusan, dan ada penghargaan. Jadi, mereka tidak hanya datang mengaji sebagai rutinitas, tetapi memiliki semangat untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.
Ia berharap ke depan BKPRMI dapat menghadirkan lebih banyak kategori penghargaan agar semakin banyak santri yang termotivasi untuk belajar dan mendalami ajaran Islam sejak dini.
Dari Ruang TPA, Cahaya Masa Depan Itu Dinyalakan
Pelaksanaan Wisuda Santri XVII LPPTKA BKPRMI Kota Tangerang Selatan menjadi pengingat bahwa membangun bangsa tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik dan kemajuan teknologi. Sebuah peradaban yang kuat juga memerlukan fondasi moral dan spiritual yang kokoh.
Dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak belajar mengaji, sesungguhnya sedang dinyalakan cahaya masa depan. Sebab, setiap huruf Al-Qur’an yang dipelajari hari ini bukan sekadar bacaan, melainkan bekal untuk membentuk karakter, menumbuhkan akhlak, dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijak dalam menjalani kehidupan.
Di sanalah harapan itu tumbuh: dari suara anak-anak yang belajar mengeja ayat-ayat suci, dari kesabaran para guru, dan dari doa para orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.

