MTQ XVII Tangsel Resmi Dibuka, Wagub Banten dan Wali Kota Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Banten Pemerintahan Tangsel

pressXPos.com, TANGERANG SELATAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi dibuka di Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Jumat malam (6/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pembukaan MTQ XVII tersebut dihadiri Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusuma, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo, serta jajaran pemerintahan, tokoh agama, ulama, dan masyarakat.

Dalam wawancara bersama awak media, Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusuma menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ di Kota Tangsel. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan Al-Qur’an, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Menurut Dimyati, ada tiga hal penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, yakni membiasakan membaca Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi kompetisi seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan akhlak.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk membumikan Al-Qur’an dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Benyamin menjelaskan, MTQ XVII tahun ini diikuti 462 peserta yang merupakan perwakilan terbaik dari tujuh kecamatan. Sebanyak 11 cabang perlombaan diselenggarakan di sejumlah lokasi, dengan Puspemkot Tangsel sebagai tempat utama dan beberapa lokasi pendukung lainnya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tangsel, KH. Sobron Zayyan atau yang akrab disapa Abi, menegaskan bahwa tujuan MTQ tidak semata-mata mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an, memperkuat syiar Islam, dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini menyesuaikan prinsip efisiensi anggaran. Salah satunya melalui perubahan konsep pawai ta’aruf menjadi defile peserta, tanpa mengurangi semangat kebersamaan antarkafilah.

MTQ XVII Tangsel berlangsung hingga 8 November 2026. Babak penyisihan dijadwalkan pada Sabtu (7/11/2026), sedangkan babak final berlangsung Minggu (8/11/2026). Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir peserta berprestasi sekaligus tumbuh masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an. (Dadih)

Tinggalkan Balasan