Categories: NasionalPeristiwa

Nasky: Tuduhan ke Jenderal Dudung Tidak Berdasar dan Berpotensi Memecah Belah

 

Jakarta — Analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung, mengecam keras framing negatif, narasi sesat, serta tuduhan sepihak yang menyerang Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman. Isu yang menyeret nama eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini terkait program perumahan prajurit TNI AD dinilai tidak berdasar, tidak objektif, dan diduga sarat muatan politis.

 

“Menyebarkan informasi tanpa data dan bukti sahih merupakan bentuk penghakiman sepihak yang berbahaya,” tegas Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

 

Founder Nasky Milenial Center itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpancing provokasi serta tetap mengedepankan akal sehat dan fakta yang valid. Menurutnya, kritik adalah hal wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang benar.

 

Nasky menegaskan, kebijakan program rumah prajurit TNI AD yang menjadi polemik bukanlah kebijakan yang lahir di masa kepemimpinan Jenderal Dudung sebagai KSAD, melainkan pada periode pejabat sebelumnya. Dudung, kata Nasky, justru berperan menata, mengoordinasikan, dan menyelesaikan persoalan tersebut agar bermanfaat bagi prajurit berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Selama menjabat KSAD, lanjutnya, Jenderal Dudung menunjukkan komitmen tinggi terhadap kesejahteraan prajurit. Hal ini dibuktikan dengan penyelesaian pembangunan 1.020 unit rumah dinas tipe K-45, 62 unit rumah dinas tipe K-70, dan sembilan unit rumah susun pada tahun 2021, serta berbagai upaya perbaikan sarana prasarana di satuan TNI AD.

 

Nasky memandang serangan terhadap Dudung sebagai bentuk pelemahan struktur pendukung pemerintahan. “Secara tidak langsung, ini adalah upaya sistematis menggoyang legitimasi program kerja pemerintah melalui jalur non-formal,” ujarnya.

 

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar bohong, opini tendensius, maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan. “Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran, bukan di atas fitnah yang dibungkus opini,” pungkasnya.

 

*/Herman

Hermansyah

Share
Published by
Hermansyah

Recent Posts

Hari Kemerdekaan, Polri Kerahkan 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Flores

pressXPos.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggerakkan bantuan kemanusiaan secara serentak untuk masyarakat…

4 jam ago

HUT Ke-81 RI, Polres Pekalongan Kota Kobarkan Semangat Pengabdian dan Solidaritas

pressXPos.com, Kota Pekalongan - Semangat kemerdekaan dan nasionalisme mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

10 jam ago

Semarak HUT RI ke-81 di Mekarwangi, Camat Cisauk Hendarto Ajak Warga Perkuat Persatuan

pressXPos.com, Tangerang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Desa…

1 hari ago

11 Manfaat Daun Afrika bagi Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Nutrisi

pressXPos.com, Jakarta – Daun Afrika dikenal sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional…

2 hari ago

Pererat Silaturahmi, Polda Metro Jaya Rangkul Pengemudi Ojol Lewat Jumat Peduli

pressXPos.com, Jakarta — Polda Metro Jaya merangkul komunitas pengemudi ojek online (ojol) melalui kegiatan Jumat…

3 hari ago

Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan Lahir Dapat Penanganan Gratis Terobosan Polda Jateng Peduli CTEV

pressXPos.com, Kota Pekalongan - Bersumber siaran press Polda Jawa Tengah merilis berkaitan gerakan Kepedulian Polda…

3 hari ago