PRESSXPOS.COM-JAKARTA, 19 Oktober 2026 – Apa jadinya ketika rasa penasaran, keputusan spontan, dan keinginan untuk selalu mengendalikan keadaan bertemu dalam sebuah perayaan yang penuh pantangan? Situasi tak terduga itulah yang dihadirkan MVP Pictures melalui film horor-komedi Hungry Ghost Festival, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026.
Film garapan penulis sekaligus sutradara Imam Darto ini mengikuti perjalanan tiga sahabat, Raka, Tintin, dan Bobi, yang diperankan Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra. Perjalanan yang awalnya menjadi pencarian jawaban berubah menjadi petualangan penuh humor, misteri, dan teror supranatural.
Masalah muncul ketika mereka berada di tengah perayaan Hungry Ghost Festival dan tanpa sengaja melanggar sejumlah pantangan setempat. Sejak itu, perjalanan mereka tak lagi berjalan sesuai rencana.
Alih-alih hanya menyuguhkan adegan menegangkan, film ini juga menjadikan perbedaan karakter ketiga sahabat sebagai sumber humor sekaligus konflik yang menguji hubungan mereka.
Ketika Rasa Penasaran Membawa Masalah
Raka, Tintin, dan Bobi memiliki cara berbeda dalam menghadapi persoalan. Raka cenderung kaku dan perfeksionis, Tintin spontan serta berani mengambil risiko, sedangkan Bobi berusaha menjadi penengah di antara keduanya.
Perbedaan tersebut membuat interaksi mereka terasa dinamis. Ketika Raka ingin segala sesuatu berjalan sesuai rencana, Tintin justru kerap bertindak mengikuti rasa penasaran. Bobi pun harus berusaha menjaga keadaan agar tidak semakin kacau.
Namun, saat mereka menghadapi kejadian supranatural, persoalannya menjadi lebih rumit. Ketiganya bukan hanya harus mencari jalan keluar, tetapi juga belajar mengandalkan satu sama lain.
Melalui konflik tersebut, Hungry Ghost Festival menggabungkan ketegangan horor dengan komedi yang lahir dari respons masing-masing karakter terhadap situasi yang tidak masuk akal.
Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra Bangun Chemistry Trio
Memadukan horor dan komedi membutuhkan interaksi antarpemain yang kuat. Bagi Endy Arfian, salah satu tantangan memerankan Raka adalah menyesuaikan ritme akting dengan Aci Resti dan Fajar Nugra yang memiliki karakter komedi berbeda.
Endy mengaku perlu mempertahankan sifat serius Raka sekaligus merespons tingkah kedua sahabatnya secara tepat.
“Karakter yang lebih serius juga bisa jadi bagian dari komedi, justru dari reaksinya saat menghadapi tingkah dua sahabatnya. Menariknya, kami jadi saling melengkapi untuk membangun dinamika kita bertiga,” kata Endy.
Sementara itu, Aci Resti menggambarkan Tintin sebagai sosok yang sulit berhenti ketika sudah penasaran terhadap sesuatu.
“Tintin juga begitu, orangnya spontan dan kadang nggak mikir panjang dulu. Cuma ya itu, gara-gara sifatnya, situasi yang tadinya biasa aja bisa jadi panjang urusannya,” ujar Aci.
Adapun Fajar Nugra menilai Bobi memiliki karakter yang dekat dengan pengalaman banyak orang dalam persahabatan. Ia sering berusaha membuat keadaan tetap aman, tetapi akhirnya ikut terseret ke dalam masalah yang dihadapi kedua temannya.
Menurut Fajar, kesediaan untuk tetap bersama meski berbeda pendapat menjadi salah satu hal menarik dari hubungan ketiga karakter tersebut.
Riset Tradisi di Bekasi dan Tangerang
Latar Hungry Ghost Festival menjadi elemen penting dalam membangun suasana film. Untuk mengenal tradisi yang menjadi bagian dari cerita, para pemain berkesempatan menyaksikan langsung rangkaian perayaan di Klenteng Bu An Kiong, Bekasi, dan Vihara Boen San Bio, Tangerang.
Hungry Ghost Festival dikenal dalam sejumlah komunitas Tionghoa dan berkaitan dengan tradisi seperti Cioko serta Sembahyang Rebutan di Indonesia.
Dalam cerita film, perayaan tersebut menjadi latar bagi petualangan Raka, Tintin, dan Bobi. Ketidaktahuan mereka terhadap sejumlah pantangan justru membawa ketiganya ke dalam situasi yang semakin menegangkan.
Pendekatan ini membuat unsur supranatural terhubung dengan perjalanan para tokoh. Teror yang muncul tidak hanya menguji keberanian mereka, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketiga sahabat itu menghadapi ketakutan dengan cara yang berbeda.
Di tengah suasana mencekam, perbedaan respons mereka menjadi ruang bagi komedi untuk hadir tanpa menghilangkan konflik utama.
Bukan Sekadar Film Hantu, Ada Cerita tentang Persahabatan
Salah satu elemen yang ditonjolkan Hungry Ghost Festival adalah hubungan antartokoh. Raka, Tintin, dan Bobi tidak selalu sepakat dalam mengambil keputusan, tetapi mereka tetap harus bekerja sama ketika situasi berada di luar kendali.
Film ini mengeksplorasi bagaimana perbedaan karakter dapat menjadi sumber pertengkaran sekaligus kekuatan dalam sebuah persahabatan. Ketika menghadapi kejadian yang sulit dipahami, ketiganya perlu belajar saling mendengarkan dan membantu.
Perpaduan antara misteri, teror supranatural, dan humor membuat perjalanan mereka tidak hanya berpusat pada rasa takut, tetapi juga pada dinamika hubungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Jadwal Tayang Hungry Ghost Festival
MVP Pictures menghadirkan Hungry Ghost Festival sebagai film horor-komedi Indonesia yang memadukan tradisi, petualangan supranatural, dan drama persahabatan.
Dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra, film yang ditulis dan disutradarai Imam Darto ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Bagi penonton yang menyukai film horor dengan sentuhan komedi dan cerita tentang persahabatan, petualangan Raka, Tintin, dan Bobi menjadi salah satu film yang dapat masuk daftar tontonan pada akhir November mendatang.**
