pressXPos.com, Tangerang Selatan – SMKN 7 Tangerang Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul melalui penguatan kompetensi, penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Hal tersebut terlihat dari pembinaan siswa menuju ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS), peningkatan fasilitas pembelajaran, hingga inovasi pembelajaran Informatika yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
Kepala SMKN 7 Tangerang Selatan, Surya Wedi, mengatakan salah satu siswi jurusan Kecantikan saat ini diproyeksikan menjadi kandidat kuat peserta LKS Bidang Hairdressing tingkat Provinsi Banten tahun 2027. Saat mengikuti LKS sebelumnya di SMKN 3 Kota Tangerang, siswi tersebut masih berstatus sebagai helper atau asisten karena masih duduk di kelas X, sementara peserta utama berasal dari kelas XI.

“Dia pernah menjadi peserta LKS Bidang Penataan Rambut (Hairdressing) tingkat Provinsi Banten. Namun saat itu dia masih sebagai asisten. Tahun depan, ketika sudah kelas XI, peluangnya sangat besar menjadi peserta utama. Meski begitu, kami tetap membuka kesempatan bagi siswa lain melalui proses seleksi,” ujar Surya Wedi.
Menurutnya, siswi tersebut memiliki kemampuan teknis, kreativitas, dan kepercayaan diri yang menonjol saat praktik. Penampilannya dinilai natural serta mampu mengeksplorasi keterampilan yang dimiliki sehingga menjadi salah satu indikator penting dalam proses pembinaan calon peserta LKS.

Sementara itu, siswi kelas XI Kecantikan 2, Mita Delia Putri, menilai lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar. Ia mengaku fasilitas praktik di jurusan Kecantikan kini semakin lengkap, mulai dari alat diagnosis wajah, salon praktik yang lebih luas, hingga penambahan berbagai produk kecantikan yang menunjang pembelajaran berbasis praktik.
Selain fasilitas, Mita juga mengapresiasi hubungan yang harmonis antara guru dan siswa. Menurutnya, para guru terbuka untuk berdiskusi sehingga siswa merasa nyaman menyampaikan pendapat maupun bertanya. Ia juga mengaku belum pernah menemukan kasus perundungan di lingkungan sekolah dan berharap seluruh warga sekolah terus menjaga budaya saling menghargai serta memperkuat rasa kebersamaan.
Di luar kegiatan akademik, Mita aktif mengikuti ekstrakurikuler tari tradisional dan dance. Bersama timnya, ia pernah tampil membawakan Tari Tandok dari Sumatera Utara pada acara grand opening salah satu hotel di Tangerang Selatan. Ia berharap SMKN 7 Tangerang Selatan terus berkembang sebagai sekolah yang aman, nyaman, adil bagi seluruh siswa, serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan kreativitas melalui berbagai program, termasuk In Job Training (IJT).

Pada sisi lain, Guru Mata Pelajaran Informatika Adi Wijaya menjelaskan bahwa pembelajaran Informatika di SMKN 7 Tangerang Selatan dirancang selaras dengan kompetensi keahlian setiap jurusan. Siswa Kuliner, misalnya, membuat desain menu digital berbasis Canva yang dapat diakses melalui QR Code, sedangkan siswa Perhotelan mendesain website pemesanan kamar, dan siswa Kecantikan membuat rancangan antarmuka website klinik kecantikan.
Adi menegaskan bahwa tujuan pembelajaran tersebut adalah membekali siswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung profesi masing-masing. Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) harus disikapi secara bijaksana sehingga teknologi menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan justru menguasai penggunanya. Dengan pendekatan tersebut, SMKN 7 Tangerang Selatan optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun industri masa depan. (Gito R/Den)
